Etta James Tutup Usia

RollingStone

Penyanyi soul wanita legendaris yang juga dianggap sebagai salah satu biduan paling berpengaruh dalam sejarah musik, Etta James, meninggal dunia pada Jumat (20/1) lalu di sebuah rumah sakit yang terletak di daerah Riverside, California. Ia menghembuskan nafas terakhir hanya lima hari sebelum ulang tahunnya yang ke-74.

Manajer sekaligus sahabat James, Lupe de Leon, menyatakan kepada CNN bahwa pelantun lagu “At Last” dan “Tell Mama” tersebut meninggal karena penyakit leukemia yang telah lama dideritanya. Leon juga mengatakan bahwa James menutup usia dengan suami dan anak-anaknya berada tepat di sisinya.

“Ini adalah sebuah kehilangan besar bagi keluarga, teman, dan penggemarnya di seluruh dunia. James adalah seorang pelopor nyata yang dapat menyanyikan segala hal, ia seolah menentang pelabelan kategori musik yang ada. Saya telah bekerja dengan Etta selama lebih dari tiga puluh tahun. Saya akan selalu merindukannya,” ucap Leon.

Biduanita yang lahir dengan nama Jamesetta Hawkins ini divonis menderita leukemia stadium akhir sejak awal Desember 2011 lalu. Walaupun para dokter telah mengetuk palu bahwa penyakit James sudah tidak dapat disembuhkan, mereka memberikan James perawatan dua puluh empat jam penuh.

Tiga minggu kemudian, kondisi James semakin parah ketika ia harus masuk ke bagian unit perawatan intensif dengan alat bantu pernafasan setelah menderita kesulitan bernafas.

Kondisi kesehatan James memang sedang buruk dalam beberapa tahun belakangan ini. James juga didiagnosa menderita dementia pada Januari 2011. Empat bulan kemudian, James sempat dirawat di rumah sakit setelah diserang penyakit sepsis, sebuah infeksi darah berpotensi mematikan yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran kemih.

Kalangan musisi papan atas dunia pun telah memberikan penghormatan mereka masing-masing tak lama setelah kabar meninggalnya James beredar di berbagai media.

Beyoncé merilis sebuah pernyataan pada situs resminya: “Etta James adalah salah satu penyanyi terbaik di zaman kita. Saya merasa sangat beruntung pernah bertemu dengan seorang wanita yang pantas untuk dipanggil ratu tersebut. Kontribusinya dalam musik akan bertahan seumur hidup.”

Mariah Carey juga memberikan penghormatannya untuk James: “Beristirahat dalam damai untuk salah satu penyanyi paling berpengaruh di dunia, Etta James. Anda akan dirindukan.”

Bahkan, penyanyi legendaris sekelas Aretha Franklin pun tak mau ketinggalan. Ia berujar, “Etta James adalah salah satu penyanyi soul terhebat di generasi kita. An American original! Saya mencintai ‘Pushover’, ‘At Last’, dan nyaris semua lagu yang pernah ia rekam. Ketika Etta bernyanyi, Anda mendengar jiwa yang terpancar dari dirinya!”

Para personel The Doors yang tersisa juga menerbitkan ucapan dukacita melalui laman Facebook mereka. Mereka menulis: “Kami berbelasungkawa untuk keluarga dan para penggemar mendiang Etta James, salah satu ikon R&B legendaris.”

Sementara itu, dari dalam negeri, penyanyi soul wanita yang tengah naik daun, Jemima, juga menyatakan rasa kehilangan atas meninggalnya James. Ketika dihubungi Rolling Stone via BlackBerry Messenger, penyanyi yang menunjuk James sebagai salah satu pengaruh terbesarnya itu mengatakan: “Bagi saya, Etta James bukan hanya seorang penyanyi. Latar belakangnya membuat seseorang yang tak diterima di lingkungannya seperti saya merasa lebih semangat dalam menjalani hidup, terutama dari segi musikal.”

Ia lalu melanjutkan, “Kepergiannya membuat saya semakin mensyukuri bahwa tujuh puluh tiga tahun yang lalu pernah terlahir seorang penyanyi dengan jiwa besar bernama Jamesetta Hawkins.”

James sendiri memulai karier bernyanyi sejak kecil. Saat itu ia masih bernyanyi di gereja dan tergabung dalam grup musik doo-wop di awal masa remajanya. Ia mulai menyusuri daftar tangga lagu populer pada usia remaja setelah lagu “The Wallflower (Roll With Me, Henry)” memuncaki tangga lagu R&B pada 1955 ketika ia baru berusia 17 tahun.

Ia bergabung dengan label rekaman Chess Records pada 1960 dan menelurkan sejumlah lagu R&B dan pop yang sukses di pasaran. Setelah sempat menghilang di pertengahan dekade ’60-an, ia kembali ke permukaan dengan mengusung musik soul yang kuat.

Di sepanjang kariernya, James sudah menghasilkan setidaknya tiga puluh album. Ia telah menjadi pembuka konser The Rolling Stones, meraih enam Grammy Awards, dilantik ke Rock and Roll Hall of Fame, mengalahkan ketergantungannya terhadap heroin, dan bahkan sempat diperankan oleh Beyoncé pada film Cadillac Records.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: